|
Menengok KKN Posdaya Unirow, Dari membatik hingga Ikan Bandeng Asap Tanpa Duri |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 12 August 2010 02:05 |
|
Foto-foto kegiatan KKN Posdaya Unirow 2010
Apa itu KKN Posdaya yang pada tanggal 10 Agustus lalu diresmikan oleh Prof. Dr Haryono Suyono? Sebuah istilah yang kurang populer ditelinga kita bukan. Namun apa salahnya bila kita menengok bagaimana mahasiswa-mahasiwa tersebut menerapkan ilmunya di pelosok-pelosok desa wilayah Kab. Tuban. Desa pertama yang admin unirow.ac.id kunjungi adalah Kelurahan Karang, Kecamatan Tuban.
Inilah kali pertama admin unirow.ac.id turun gunung untuk mendokumentasikan kegiatan KKN. Menyenangkan melihat mahasiswa unirow ber-KKN dan disambut terbuka oleh masyarakat, tanpa kecuali aparat desa setempat. Sambutan masyarakat ini tak disia-siakan oleh mahasiswa. Meski mereka belum menyandang gelar sarjana namun semangat untuk berbagi ilmu perlu diajungi jempol. Di Kelurahan Karang, Mahasiswa KKN Unirow menyumbangkan bagaimana batik Tuban dapat mempunyai nilai tambah di pasaran. Sumbangan inovasi design dan bagaimana mengurangi penggunaan bahan kimia dalam membatik. “Menggunakan bahan pewarna alami dari tumbuhan ternyata tidak mengurangi keindahan warna dan aman,” ujar Ida Ayu, mahasiswa FKIP jurusan Matematika.
Menurut, Pembantu Rektor I Dra. Marita Yusidawati, M.Si yang ditemui di lokasi KKN, KKN kali ini difokuskan bagaimana semaksimal mungkin memberdayakan keluarga melalui pos-pos pemberdayaan keluarga. “Targetnya adalah bagaimana partisipasi warga dapat mengikuti KKN yang bertujuan mengangkat ekonomi keluarga. Pos-pos daya dibentuk untuk keberlanjutan program,” terang Marita alumnus Universitas Diponegoro Semarang.
Selesai melihat proses membatik mahasiswa KKN Unirow bersama warga Kelurahan Karang. Selanjutnya berpindah lokasi ke Kelurahan Sukolilo. Di sini, Mahasiswa KKN Unirow menampilkan sesuatu yang berbeda. Bagaimana mengolah limbah tahu menjadi aneka produk makanan. Limbah tahu di tangan Mahasiswa Unirow ternyata bisa diolah menjadi aneka rupa makanan, antara lain Nata de Soya, Soyghout, dan susu kedelai. Resepnya panjang kalau disampaikan di sini, lebih baik datang langsung di lokasi KKN yang rencananya berakhir bulan oktober.
Menurut Lurah Baturetno Imam Moch Tarom Tetangga Kelurahan Sukolilo, Pelatihan pengolahan limbah tahu sangat tepat, kedua kelurahan ini memang terdapat usaha produksi tahu kecil-kecilan. “Kegiatan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkap Tarom di sela-sela mendampingi Mahasiswa KKN Unirow menanam tanaman produktif di wilayah kelurahannya.
Read more...
|
|
Last Updated on Thursday, 12 August 2010 02:56 |
|
Prof Dr. Haryono Suyono Resmikan KKN Posdaya Unirow 2010 |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 11 August 2010 20:20 |
|
Berita foto Acara Pengukuhan dan Sarasehan KKN Posdaya Unirow 2010
Sebanyak 2000 mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe kini menyebar ke seluruh pelosok Kabupaten Tuban untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN yang akan berlangsung 2 bulan hingga bulan Oktober mendatang bertemakan KKN pemberdayaan keluarga. KKN yang bertujuan untuk memberdayakan potensi sosial masyarakat agar dapat menyelesaikan masalah kemiskinan di lingkungan sekitarnya.
Untuk itu, Prof. Dr. Haryono Suyono meminta kalangan pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mendukung program KKN Unirow 2010. “Aparat pemerintah mohon mendukung dan tidak mempersulit akses 2000 mahasiswa Unirow yang sekarang berada di desa,” himbau Haryono Suyono dalam acara Pengukuhan dan Sarasehan KKN Posdaya di Gedung G Unirow (10/08).
Potensi mahasiswa, lanjut Haryono Suyono, sebanyak itu mustinya digunakan. “Ada relawan gratis dan memiliki keahlian sayang kalau tidak dimanfaatkan. Bayar tenaga juga mahal,” ujar mantan Menteri Koordinasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat.
Sementara itu, Rektor Unirow Drs. Hadi Tugur, M.Pd, MM, KKN Unirow adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Selama ini, lanjut Tugur, Unirow tidak pernah mensia-siakan kepercayaan dari masyarakat hingga Unirow telah berkembang menjadi Universitas terbesar di Jawa Timur Bagian Barat. “Masyarakat Tuban dan sekitarnya sekarang tidak perlu jauh-jauh untuk mencari tempat kuliah anaknya. Cukup di Tuban, selain menghemat biaya di luar kuliah, Unirow juga telah mumpuni melayani kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat,” kata Rektor yang pernah pendidikan pesantren Darul Ulum Jombang.
Read more...
|
|
Last Updated on Wednesday, 11 August 2010 20:57 |
|
Guru Besar Semantik Dikukuhkan Rektor Unirow |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 07 August 2010 13:39 |
|
Rektor Universitas PGRI Ronggolawe Tuban (Unirow) Drs. Hadi Tugur, MM mengukuhkan Prof. Dr. Agus Wardhono, M.Pd sebagai Guru Besar Unirow (7/08). Dengan demikian Unirow kini resmi memiliki guru besar pertama di bidang Ilmu Semantik. Gelar Profesor (Guru Besar) yang diperoleh Dr. Agus Wardhono, M.Pd berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional yang ditandatangani Muhammad Nuh pada tanggal 30 April 2010.
Rektor Unirow Drs. Hadi Tugur, MM mengatakan dirinya mendorong para dosen untuk segera menyelesaikan studi doktoralnya (S3) dalam pidato pengukuhan Agus Wardhono sebagai Guru Besar Unirow. Untuk mendapatkan gelar guru besar syaratnya harus menyandang gelar doktor. “Pihak rektorat dan yayasan akan selalu Tut Wuri Handayani, mendukung dari belakang,” ungkap Hadi Tugur.
Alhamdulillah, saat ini Unirow telah memiliki puluhan doktor di bidangnya masing-masing, lanjut Hadi Tugur, puluhan yang lain sedang menyelesaikan studi S3nya. Ia berharap untuk agar studi tersebut cepat diselesaikan. “Dalam waktu dekat ini insya Allah Unirow segera mempunyai program pasca sarjana,” ujar Hadi Tugur.
Read more...
|
|
Last Updated on Saturday, 07 August 2010 21:18 |
|